Payakumbuh, Dekadepos.id
Hingga saat ini Polisi dari Mapolres Payakumbuh menyebut masih melakukan pendalaman dan menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang terjadi di sebuah Gudang di jorong Koto Nagari Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota yang masih dalam wilayah hukum Polres Payakumbuh.
Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu 8 Maret 2025 jelang umat Islam hendak berbuka puasa itu, Polres Payakumbuh (Satreskrim) juga telah menurunkan tim Inafis untuk melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Payakumbuh, AKBP. Ricky Ricardo melalui Kasat Reskrim, AKP. Doni Prama Dona.
” Iya, kita masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap penyebab pasti kebakaran sebuah gudang di jorong Koto Nagari Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota. Kita juga telah menurunkan Tim Inafis untuk menyelidiki peristiwa itu,” ucap AKP. Doni, Minggu siang 9 Maret 2025.
Ia meminta untuk tetap bersabar dan menunggu perkembangan selanjutnya.
” Mohon kawan-kawan media bersabar, untuk perkembangan selanjutnya akan segera kami kabarkan.” Tutupnya.
Sebelumnya viral diberbagai Media Sosial (Medsos) peristiwa kebakaran disebuah gudang. Beragam komentar muncul terkait peristiwa itu. Sebab api yang membakar cukup besar. Di lokasi kejadian juga terlihat sejumlah drum besar yang belum bisa dipastikan isinya.
Bahkan pengguna Media Sosial ada yang menduga gudang yang terbakar adalah gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM).
” tumpukan minyak” tulis pemilik aku. fadila_wati.
” Baa dek banyak dorong minyak mon? Gudang minyak tu min?” Tanya akun dengan nama ritto_unnarto.
Selain itu ada juga ya mendoakan agar tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu.
” Innailaihi wainnailaihi rojiun,,, semoga tidak ada korban jiwa kak” tulisnya.
Komentar lain ditulis akun dengan nama niarahminataansria.
” Lah 2x kebakaran rmh apak ko. Do lokasi dkek situ juo” tulisnya.
Sebelumnya Kabid Damkar Kabupaten Limapuluh Kota, Wiwing saat dihubungi wartawan menyebut bahwa saat ini pihaknya masih menunggu data terkait kebakaran yang terjadi.
” Tunggu, data belum dapat, anggota masih dilapangaan.” Ucapnya.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti terjadinya kebakaran itu. (Edw)















