Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Persatuan Walinagari Kabupaten Limapuluh Kota (PERWANALIKO) mengaku siap mendukung program Pemerintah Daerah melalui BKKBN dalam pengentasan Kasus Stunting di daerah dengan 79 Nagari dan 13 Kecamatan itu.
Diantara upaya yang dilakukan adalah dengan mewujudkan Kampung berkualitas dengan cara melakukan atau menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang berpotensi Stunting atau sedang dalam keadaan Stunting. Kesiapan mendukung program pengentasan Kasus Stunting itu diungkapkan Ketua PERWANALIKO, Idris Saat menggelar pertemuan bersama Penyuluh Kampung Berkualitas Kabupaten Limapuluh Kota di Jorong Piobang Nagari Piobang Kecamatan Payakumbuh, Kamis 6 Februari 2025.
” Iya, kita dari PERWANALIKO siap mendukung Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kampung Berkualitas di Kabupaten Limapuluh Kota dalam upaya pengentasan Kasus Stunting,” ucap Idris.
Walinagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban (LASAHAN) menambahkan, dalam upaya pengentasan dan pencegahan Kasus Stunting perlu dilakukan secara nyata, diantaranya dengan menjadi orangtua asuh bagi anak yang masuk dalam Kategori Stunting ataupun anak memang Stunting.
” Upaya nyata yang dapat dilakukan adalah dengan menjadi orang tua asuh bagi anak Stunting. Alhamdulillah setiap penyuluh sudah menyatakan siap jadi orang tua asuh untuk satu orang anak Stunting. Sehingga dari 38 orang penyuluh yang ada, berarti sudah ada 38 anak Stunting yang bisa di bantu. Kita (saya) juga ikut dengan menjadi orang tua bagi 2 orang anak asuh,” jelasnya.
Walinagari yang terkenal Inovatif itu juga mengapresiasi Penyuluh Kampung Berkualitas yang spontan setuju untuk menjadi orang tua asuh, dimana satu petugas untuk satu anak.
” Alhamdulillah Penyuluh Kampung berkualitas antusias untuk menjadi orang tua asuh/angkat bagi anak-anak Stunting ataupun yang berpotensi Stunting,” tambahnya.
Dukungan dari PERWANALIKO untuk pengentasan Kasus Stunting mendapat sambutan dari Penyuluh Kampung Berkualitas.
” Dukungan positif yang diberikan PERWANALIKO untuk pengentasan Kasus Stunting diapresiasi oleh seluruh Penyuluh Kampung Berkualitas.” Tutup Idris. (Edw)















