Agam, Dekadepos.id
Lima Bulan Pasca Bencana Banjir Lahar Dingin atau Galodo di Kabupaten Agam, korban terdampak di Nagari Bukik Batabuah, Kec. Canduang, Kabupaten Agam, Danrem 032/Wirabraja, Dandim 0304/Agam, Kementerian Pertanian, serta pihak-pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Agam melakukan Normalisasi berupa pengerukan material Galodo seperti pasir dan lumpur yang menimbun areal pertanian warga. Normalisasi tersebut ditargetkan rampung dalam 50 hari ke depan.
Pantauan dilapangan, pasca normalisasi lahan pertanian, masyarakat khususnya petani di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam sangat menyambut positif langkah pemerintah tersebut guna menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat petani yang selama ini sempat terhenti.
Selain upaya normalisasi lahan pertanian, yang menjadi fokus utama ialah upaya relokasi permukiman masyarakat terdampak.
“Untuk masyarakat Bukit Batabuah yaitu sebanyak 40 KK setuju untuk direlokasi ke Lubuk Basung Kabupaten Agam, sementara sekitar 18 KK lainnya memilih untuk melakukan perbaikan mandiri dengan alokasi dana yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Untuk persiapan relokasi hingga saat ini yaitu sudah 75 persen dengan target menempati hunian pada bulan Januari 2025 mendatang” ucap Firdaus, Wali Nagari Bukik Batabuah, Kamis 31 Oktober 2024.
Ia juga menambahkan, kedepannya Nagari berharap adanya transformasi ekonomi berupa jaminan dan subsidi dari pemerintah untuk stabilitas ekonomi masyarakat.
” Kami berharap diberikan modal usaha atau pekerjaan agar masyarakat khususnya yang direlokasi berstatus jelas dan tidak terlantar begitu saja. Selain itu, untuk relokasi nantinya kita berupaya agar masyarakat dapat langsung memiliki sertifikat hak milik rumah guna meminimalisir sengketa di kemudian hari,” ujarnya menambahkan.
Kedepannya, Pemerintah Nagari memiliki fokus utama pada persoalan pertanian, pembangunan irigasi, cetak sawah (pengerukan), pembangunan jembatan yang terputus, serta persiapan pembangunan Sabo DAM yang saat ini masih dalam tahap persiapan gambar dan untuk selanjutnya akan dilakukan tender, target pembangunan fisik Sabo DAM tersebut ialah pada Akhir Desember 2024 atau awal Januari 2025. (Arm)















