Scroll untuk baca artikel
Berita

Musyawarah Limbago Adat Keselarasan Bungo Sitangkai Nyatakan Peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak Tidak Sah

×

Musyawarah Limbago Adat Keselarasan Bungo Sitangkai Nyatakan Peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak Tidak Sah

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Musyawarah Limbago dan Lembaga Adat Kelarasan Bungo Sitangkai mengambil sikap tegas terkait polemik peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak Nagari Hulu Aia Kecamatan Harau yang melibatkan dua orang bapak dan anak warga Riau bergelar Datuak yang menggunakan Baju kebesaran adat Minangkabau dan diduga tidak beragama Islam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam musyawarah yang digelar Selasa 29  September 2026 di Medan Nan Bapaneh, Tarantang, dihadiri Pucuak Adat Nagari Harau, Dt. Bandaro, Pucuak Adat Nagari Sarilamak, Dt. Sinaro Panjang, Pucuak Adat Nagari Solok Bio-bio, Dt. Tan Godang, Ketua KAN Harau, Ketua KAN Tarantang, Ketua KAN Solok Bio-bio, Ketua KAN Sarilamak, Bundo Kanduang, Jinih Nan Barompek Kelarasan Bungo Sotangkai serta Codiak Pandai Kelarasan Bungo Sotangkai, bersepakat mengeluarkan Maklumat terkait peresmian Balai Adat Sigamak-Gamak yang dilakukan Senin 21 September 2026.

Maklumat tersebut dikeluarkan karena proses adat (Peresmian Balai Adat) yang dilakukan tidak melibatkan Limbago Adat, Pucuak Adat maupun KAN Nagari Harau.

” Proses Acara Peresmian Balai Adat Sigamak-gamak Ulu Ayia, Batogak Pangulu, Pulang Baibu yang terjadi di Jorong Ulu Ayia Nagari Harau dari awal sampai akhir, Limbago Adat Nagari Harau, Pucuak Adat Nagari Harau, serta Kerapatan Adat Nagari (KAN) Harau TIDAK DILIBATKAN. Maka dari itu secara adat, prosesi yang terjadi yang membuat heboh di Minangkabau itu TIDAK SAH dan TIDAK MEMILIKI LEGITIMASI menurut Undang dan Surieh Balobeh serta Hukum Adat Salingka Nagari di Kenagarian Harau. Bahwa Tindakan atau perbuatan dari Sebagian Niniak Mamak di Ulu Ayia didalam proses pelaksanaan Peresmian Balai Adat Sigamak-gamak, Batogak Pangulu, Pulang Baibu dari Tukiran dan Edbert Tidak Sepengetahuan dan Se-mufakat dari Limbago Adat Nagari Harau,”bunyi Maklumat yang ditandatangani banyak pihak itu.

Lebih jauh, dalam Maklumat tersebut juga disebut bahwa olek adat di Balai Adat Sigamak-Gamak dinyatakan tidak sah.

” Perbuatan Pelaksanaan Olek Adat di Balai Sigamak-gamak Ulu Ayia tersebut DINYATAKAN TIDAK SAH Syarat dan Rukunnya secara Barih Balobeh Adat, Surieh Balobeh Adat, Undang Dalam Nagari di Nagari Harau dan Barih Balobeh Adat di Kelarasan Bungo Sotangkai.

Berkaitan dengan Pulang Baibu yang dilakukan oleh sdr. TUKIRAN bergelar DT. BANDARO PUTIAH, DAN EDBERT bergelar DT. BANDARO MUDO yang dalam data kependudukannya beragama non Islam kepada salah satu Kaum dibawah Payuang Dt. Mansoik dalam Pasukuan Pauah Ulu Ayia DINYATAKAN MENYALAHI SYARA’ DAN ADAT Minangkabau,”tulis Maklumat itu.

Dalam Maklumat tersebut juga dijelaskan bahwa Prosesi Barolek Adat, yang diawali Arak Iriang Adat sampai Pengukuhan Gola Soko di Balai Adat yang juga diikuti oleh Tukiran yang bergelar Dt. Bandaro Putiah dan Edbert yang bergelar Dt. Bandaro Mudo dengan memakai Pakaian Kebesaran Lengkap dengan Deta Datuak Minangkabau, DINYATAKAN SALAH dan MENYALAHI ADAT NAN DIADATKAN serta SYARA’ Nan Dilazimkan, dan juga DIANGGAP MELECEHKAN Simbol-simbol Adat Minangkabau.

” Tentang ada atau tidaknya PENGUKUHAN GELAR terhadap Tukiran dan Edbert yang dilakukan di Balai Sigamak-gamak, Limbago Adat Kelarasan Bungo Sotangkai menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan dan ikuti dari prosesi awal sampai akhir acara tersebut sudah merupakan bagian dari prosesi PENGUKUHAN secara Adat.

Limbago Adat Nagari Harau menyatakan bahwa Gelar Adat DT. BANDARO PUTIAH dan DT. BANDARO MUDO, BUKAN gelar Soko yang ada di Nagari Harau dan Kelarasan Bungo Sotangkai, sehingga terhadap Pembawa Gelar itu dinyatakan TIDAK MEMILIKI KEDUDUKAN ADAT di Wilayah Adat Nagari Harau dan Kelarasan Bungo Sotangkai,”bunyi Maklumat itu.

Sementara terkait Sanksi atas pelanggaran itu, berbagai pihak yang hadir dalam Musyawarah Limbago Adat Keselarasan Bungo Sitangkai, menyerahkan kepada Limbago Adat di Nagari Harau.

” Tentang SANKSI ADAT yang akan dikenakan terhadap Pelanggaran Adat berupa DAGO – DAGI ini, Limbago Kelarasan Bungo Sotangkai menyerahkan sepenuhnya kepada Limbago Adat di Nagari Harau untuk ditindaklanjuti.

Bahwa Maklumat ini dibuat dengan didasari Usua Pareso dan Sudi Siasek kepada Limbago Adat Nagari Harau serta saran dan masukan dari Limbago Adat di kelarasan Bungo Sotangkai.”tutup Maklumat itu. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *