Scroll untuk baca artikel
BeritaPendidikan

IDAQU Payakumbuh Wisuda Angkatan X : Rektor Targetkan Alih Status Jadi Universitas di 2030, Wabup Kampar Minta Kolaborasi Tri Dharma

×

IDAQU Payakumbuh Wisuda Angkatan X : Rektor Targetkan Alih Status Jadi Universitas di 2030, Wabup Kampar Minta Kolaborasi Tri Dharma

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Suasana khidmat dan penuh kebanggaan memenuhi Ball Room Hotel Mangkuto Payakumbuh, Rabu (30/9/2026). Pagi itu, institusi pendidikan tinggi Islam, Institut Darul Qur’an (IDAQU) Payakumbuh, menggelar acara wisuda bagi para mahasiswa Angkatan X. Acara yang berlangsung megah dan tertata rapi ini tidak hanya menjadi momen penanda keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi pit stop strategis bagi IDAQU dalam melangkah menuju visi besar sebagai universitas pada tahun 2030.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hadir memenuhi ruangan adalah para wisudawan dan wisudawati bersama orang tua dan keluarga, jajaran pimpinan IDAQU, para dosen, tokoh masyarakat, serta pejabat pemerintah daerah. Di atas panggung, nampak hadir sosok yang tak asing bagi perkembangan IDAQU, yakni *Funding Father* IDAQU atau yang dahulu dikenal dengan nama STAIDA, Capt. Josrizal Zain. Kehadirannya menjadi simbol keberlanjutan dan dedikasi panjang leluhur pendiri institusi terhadap dunia pendidikan Islam di rantau Minang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya yang penuh optimisme, Rektor IDAQU memulai orasinya dengan mengucapkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Alhamdulillah, wisudawan dan wisudawati yang kami wisuda hari ini bukan hanya berasal dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Barat, bahkan ada yang berasal dari luar Sumatera Barat seperti dari Kab. Kampar. Ini menunjukkan bahwa IDAQU kini telah melampaui batas-batas regional dan mulai dipercaya oleh masyarakat luas,” tegas Rektor dengan nada bangga.

Lebih jauh, Rektor IDAQU mengerahkan visi besar institusi yang ia pimpin. Ia menegaskan bahwa target utama IDAQU pada tahun 2030 adalah telah resmi beralih status dari Institut menjadi Universitas. “Dengan segala upaya dan kerja keras bersama, kami menargetkan bahwa di tahun 2030 nanti, IDAQU hari ini telah resmi alih status menjadi Universitas. Ini bukan sekadar impian, melainkan cetak biru masa depan yang sedang kita wujudkan langkah demi langkah,” ujarnya penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Untuk mewujudkan visi besar tersebut, IDAQU saat ini sedang giat melakukan ekspansi di bidang akademik. Rektor mengonfirmasi bahwa sedang diusulkan penambahan tiga program studi (prodi) baru yang sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan zaman serta masyarakat. Ketiga prodi tersebut adalah Hukum Keluarga Islam (S1), Pendidikan Guru Ibtidaiyah (S2), dan Magister Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (S2).

“Penambahan prodi Hukum Keluarga Islam di jenjang sarjana sangat penting untuk mencetak ahli hukum yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Sementara itu, Pendidikan Guru Ibtidaiyah (S2) dan Magister Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (S2) adalah jawaban atas kebutuhan guru dan akademisi tingkat lanjut yang memiliki kapabilitas mendalam dalam bidang pendidikan dasar Islam dan keilmuan tafsir,” jelas Rektor.

Namun, di penghujung sambutannya, Rektor tidak lupa untuk merendah hati. Ia menggarisbawahi bahwa segala cita-cita besar, termasuk alih status universitas dan pembukaan prodi baru, tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan dari seluruh elemen. “Tentu saja, semua itu tidak terlepas dari dukungan kita semua; dari para dosen, mahasiswa, alumni, pemerintah, dan masyarakat. Mari kita bergandengan tangan,” pesannya.

Khusus kepada para wisudawan Angkatan X, Rektor memberikan pesan yang mendalam dan membekas. Ia meminta agar para lulusan tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. “Ilmu yang kalian cantek selama ini tidak ada gunanya jika hanya disimpan di dalam almari pikiran. Aplikasikanlah ilmu itu di tengah-tengah masyarakat. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, jangan pernah berhenti belajar. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena dunia terus bergerak dan ilmu terus berkembang,” tutup Rektor didoakan oleh seluruh hadirin.

Acara wisuda kali ini juga diundang perwakilan dari pemerintah daerah yang memiliki ikatan erat dengan IDAQU, diantaranya Wakil Bupati Kampar. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komunikasi dan kerja sama yang selama ini terjalin baik antara Pemkab Kampar dengan IDAQU.

“Kami sangat bersyukur memiliki komunikasi dan kerja sama yang sangat baik dengan IDAQU. Pada hari ini, ada 3 orang wisudawan yang berasal dari Kampar. Angka ini mungkin kelihatannya kecil, namun maknanya sangat besar bagi kami. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kami di Kampar terus bertumbuh dan berupaya menggapai pendidikan setinggi-tingginya,” ujar Wakil Bupati Kampar.

Ia kemudian memaparkan kondisi khas dari Kabupaten Kampar yang menjadikan daerah tersebut sangat potensial bagi perkembangan institusi seperti IDAQU. “Di Kampar, pondok pesantren terus bertumbuh seperti jamur di musim hujan. Kekayaan tradisi pesantren inilah yang menjadikan Kampar dijuluki sebagai ‘Kabupaten Santri’. Kehadiran IDAQU yang juga berakar pada tradisi pesantren adalah sebuah harmoni yang sangat sempurna,” terangnya bangga.

Dengan semangat kolaborasi, Wakil Bupati Kampar menyampaikan harapan dan tantangan khusus kepada jajaran pimpinan IDAQU, khususnya di wilayah Kampar. “Kami sangat menunggu dan mengharapkan pimpinan IDAQU di Kampar untuk segera menjalin kerja sama yang lebih konkret dan terstruktur dengan Pemkab Kampar, terutama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi; yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampar sangat terbuka dan membutuhkan dedikasi intelektual dari IDAQU untuk memajukan daerah,” tegasnya.

Kolaborasi Tridharma ini, tambah Wakil Bupati, sangat krusial di era saat ini. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen IDAQU dapat diarahkan untuk memecahkan persoalan sosial, ekonomi, dan keagamaan di Kampar. Sementara itu, pengabdian masyarakat dapat menjadi jembatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya langsung kepada masyarakat pedesaan yang sangat membutuhkan pendampingan hukum, pendidikan, dan penguatan kelembagaan tarbiyah.

Mewakili Koordinasi Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah VI Sumatera Barat, Sekretaris Kopertais, Bapak Muhammad Fadli, juga turut memberikan sambutan penting dalam acara wisuda tersebut. Dalam orasinya, Muhammad Fadli menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada jajaran IDAQU atas dedikasi luar biasa dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Atas nama Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada IDAQU Payakumbuh. Institusi ini telah membuktikan komitmenya dalam mencetak anak bangsa yang tidak hanya ceras secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Wisuda hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras seluruh civitas academica IDAQU,” ucap Muhammad Fadli.

Lebih dari sekadar ucapan terima kasih, Muhammad Fadli juga menitipkan pesan khusus kepada para wisudawan Angkatan X. Pesan ini sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini yang semakin heterogen dan terkadang penuh dengan gap generasi. “Pesan kami untuk seluruh wisudawan hari ini adalah: Jadilah lulusan yang membaur dengan masyarakat!” tegasnya lantang.

Ia menjelaskan makna mendalam dari pesan tersebut. “Membaur dengan masyarakat bukan berarti menurun taraf intelektual kalian. Justru sebaliknya, lulusan perguruan tinggi yang hez adalah mereka yang mampu membumikan ilmunya. Jangan sampai kalian lulus kemudian merasa paling pintar dan akhirnya terasing dari lingkungan sendiri. Kenali masyarakat, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadikan ilmu agama dan sains yang kalian miliki sebagai solusi atas problematika mereka sehari-hari,” pesan Fadli dengan nada bersemangat.

Ia menambahkan, lulusan Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) di bawah naungan Kopertais harus menjadi agen perubahan yang adaptif. “Di tengah-tengah masyarakat, kalian akan menemui berbagai karakter dan latar belakang. Kemampuan untuk membaur, berkomunikasi, dan toleran adalah kunci utama selain keilmuan. Kehadiran Cap. Josrizal Zain di acara ini juga seharusnya mengingatkan kalian bahwa pendiri IDAQU membangun ini dari dan untuk masyarakat. Lanjutkan estafet perjuangan itu,” tutupnya.

Beasiswa melalui KIP juga diserahkan secara simbolis oleh Kopertais kepada Mahasiswa IDAQU sebesar Rp. 365 jt untuk 7 orang mahasiswa.

Keistimewaan acara wisuda Angkatan X ini tidak lepas dari kehadiran sosok Cap. Josrizal Zain di atas panggung. Sebagai *Funding Father* IDAQU—atau yang lebih dikenal sebagai pendiri STAIDA di masa lampau—kehadirannya menjadi jembatan historis antara masa lalu, masa kini, dan masa depan institusi.

Ketika Capt. Josrizal Zain naik ke atas panggung, seluruh hadirin memberikan standing ovation. Rektor IDAQU dalam pengantarnya menyebut bahwa sosok Cap. Josrizal adalah bukti bahwa sebuah impian sederhana dapat tumbuh menjadi institusi besar yang melahirkan ribuan sarjana. Dari namanyalah, STAIDA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an ) bertransformasi menjadi IDAQU yang kini berambisi menjadi Universitas di tahun 2030.

Capt. Josrizal Zain dalam kesempatan singkatnya menyampaikan harapan yang senada dengan para pemimpin saat ini. Beliau menekankan agar IDAQU tidak pernah lupa pada akar rumputnya; yaitu pesantren dan masyarakat minangkabau. “Institusi ini lahir dari lingkungan pesantren. Jangan pernah hilangkan karakter pesantren itu, meskipun nanti IDAQU sudah menjadi Universitas dengan berbagai prodi modern. Karakter itu yang akan membedakan lulusan IDAQU dengan lulusan universitas lainnya,” pesan beliau yang disambut dengan gemuruh takbir dari hadirin.

NEGARA HARUS SEDIAKAN PENDIDIKAN DAN LAPANGAN KERJA 

Walikota Payakumbuh dua periode itu juga menambahkan, ia sangat bahagia dengan telah terwujudnya Payakumbuh sebagai Kota pendidikan dengan telah banyaknya perguruan tinggi/Universitas.

” Kita sangat bersyukur apa yang dicita-citakan dahulu (saat jadi Walikota) telah terwujud. Dahulu ada tiga yang ingin kita wujudkan, Unand, STTP serta STAIDA yang kini bernama IDAQU, negara harus sediakan pendidikan,”ucapnya.

Ia juga mengatakan, dengan telah banyaknya lembaga pendidikan atau perguruan tingginya, membantu meringankan biaya masyarakat.

” Ini membantu masyarakat kita, selama ini anak-anak kita yang menempuh pendidikan (kuliah) diluar daerah, biaya minimal tiap bulan 2 juta, kini mereka bisa disini,”tambahnya.

Kepada lulusan perguruan tinggi yang telah menyelesaikan pendidikannya, Joserizal Zain juga berharap mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang diberikan oleh Negara.

” Pemerintah/negara kita harapkan bisa mencarikan lapangan kerja bagi mereka yang telah selesai menempuh pendidikan, sehingga orientasi yang kuliah betul-betul yang siap pakai, dan mereka (lulusan kuliah) juga harus ada kemauan.”tutupnya.

Acara wisuda Angkatan X IDAQU Payakumbuh berlangsung dengan tertib dan khidmat. Setelah seluruh sambutan disampaikan, prosesi pemakaian toga dan pengalihan tanda lulus akademik dilakukan secara bergantian oleh Rektor dan jajaran pejabat undangan. Wajah-wajah cerah para wisudawan memantulkan kelegaan dan kebanggaan setelah bertahun-tahun menimba ilmu di bangku kuliah.

Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh ulama senior IDAQU, memohon agar segala ilmu yang telah dicapai menjadi ilmu yang berkat, memberikan manfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi kedua orang tua, masyarakat, bangsa, dan agama.

Wisuda Angkatan X ini bukan sekadar akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari misi baru bagi para wisudawan untuk mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat, sebagaimana pesan Rektor dan Kopertais. Sementara itu, bagi IDAQU, acara ini menjadi titik tolak yang semakin kokoh untuk melangkah menuju ambisi besar: bertransformasi menjadi Universitas di tahun 2030, dengan dukungan penuh dari Kopertais Wil. VI Sumatera Barat. (Edw/Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *