Scroll untuk baca artikel
Berita

Jelang Tahun Ajaran Baru, SPPG Tunggu Intrusi, Siswa SMA Berharap MBG Tetap Diberikan

×

Jelang Tahun Ajaran Baru, SPPG Tunggu Intrusi, Siswa SMA Berharap MBG Tetap Diberikan

Sebarkan artikel ini
Foto : Dapur atau SPPG Yang Ada di Kota Payakumbuh sebagai Mitra BGN.
Foto : Dapur atau SPPG Yang Ada di Kota Payakumbuh sebagai Mitra BGN.

Payakumbuh, Dekadepos.id

Hingga saat ini puluhan Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota masih menunggu instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra dalam penyaluran MBG bagi peserta didik dan Ibu Hamil, Ibu Menyusui serta Balita (B3), terutama bagi peserta didik tingkat SLTA, sebab sebelumnya BGN sempat menyebut tengah melakukan kajian pengaturan ulang sasaran penerima MBG.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hingga saat ini menurut SPPG, mereka belum mendapatkan informasi lanjutan terkait pemberian MBG bagi siswa SLTA, diperkirakan dalam waktu dekat atau jelang tahun ajaran baru, informasi itu akan segera diketahui.

” Iya, untuk pemberian MBG bagi siswa SLTA kita masih menunggu informasi lanjutan dari BGN, kita masih menunggu edaran. Kita juga telah bertanya kepada SPPI,” ucap Fitra Fernanda, Asisten Lapangan SPPG/ Dapur Badunsanak Koto Baru, akhir Juni lalu.

Sementara untuk pemberian MBG bagi penerima manfaat lainnya, ia menyebutkan direncanakan akan diberikan tanggal 13 Juli 2026 atau saat mulai Sekolah (tahun ajaran baru).

” Kita akan mulai bagikan MBG, insyaallah tanggal 13 atau saat mulai sekolah.”tutupnya.

MBG HARUS TETAP LANJUT 

Sementara Siswa SMA N 5 Payakumbuh, Rasya, berharap pemberian MBG bagi peserta didik, khususnya siswa SLTA tetap diberikan, sebab selain berdampak baik, siswa juga bisa menabung uang jajan.

” Sebetulnya ada MBG kami bisa hemat uang jajan.” Ujarnya singkat.

Hal yang sama juga diungkapkan Putra, siswa SMK. Ia juga berharap pemberianBG tetap dilanjutkan, sebab sangat membantu bagi siswa yang bersekolah di Kota Payakumbuh.

” Bagi kami yang berasal dari daerah luar, dan Kost di Payakumbuh, tentu MBG sangat membantu, sehingga kami harap pemberian MBG bagi siswa SLTA harus tetap lanjut.”harapnya.

Sebelumnya dikutip dari tempo.co, BADAN Gizi Nasional tengah mengkaji pengaturan ulang sasaran penerima makan bergizi gratis atau MBG yang rencananya disesuaikan dengan target rencana pembangunan jangka menengah nasional atau RPJMN. Salah satu opsi yang dikaji adalah menghentikan distribusi untuk siswa sekolah menengah atas, terutama bagi peserta didik yang berkecukupan.

“SMA mungkin sudah tidak perlu lagi diberikan MBG, apalagi SMA-SMA favorit yang uang saku anak-anak itu Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Sekolah-sekolah high class itu tidak perlu lagi,” kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari setelah rapat tertutup dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *