Payakumbuh, Dekadepos.id
Antisipasi terjadinya kebakaran, terutama di Pusat Pertokoan dan perkantoran di Kota Payakumbuh, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Damkar Kota Payakumbuh melakukan Sidak keberbagai tempat, tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bentuk pencegahan, Tim yang langsung dipimpin Kasat Pol-PP itu juga ingatkan masyarakat atau pelaku usaha untuk memastikan APAR tersebut masih layak digunakan dan mudah dijangkau saat terjadi kebakaran.
Sebab ketersediaan APAR merupakan upaya awal dalam mencegah terjadinya kebakaran, dari Sidak yang digelar Senin pagi 11 Mei 2026 itu, masih terdapat pelaku usaha, khususnya makanan-minuman yang belum menyediakan APAR, meski beberapa waktu sebelumnya di tempat usahanya nyaris terjadinya kebakaran.
Hal tersebut diungkapkan Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita disela-sela Sidak yang digelar di Pusat Kota Payakumbuh.
” Iya, hari ini kita kembali melakukan Sidak ketersediaan APAR ditempat usaha, perkantoran maupun pusat pertokoan Pasar Payakumbuh, APAR atau racun api wajib ada, sebab sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran ataupun upaya pertama memadamkan api saat terjadinya kebakaran,”sebut Dewi didampingi Sekretaris Satpol-PP, Ricky Zaindra, Kabid PPD Satpol-PP, Bobby Andhika serta Kabid Damkar, Firman “Deni” Hadi.

Kasatpol juga menambahkan, dari Sidak yang dilakukan, beberapa pelaku usaha belum menyediakan APAR dan tidak menempatkan APAR ditempat yang mudah dijangkau saat terjadinya kebakaran.
” Masih terdapat beberapa pelaku usaha atau perkantoran yang belum menyediakan APAR dan menempatkan ditempat yang mudah dijangkau saat terjadinya kebakaran, kita terus dorong kesadaran masyarakat untuk terus menyediakan APAR, sehingga upaya pencegahan terjadinya kebakaran bisa dilakukan sejak awal,”tambahnya.
Selain dipusat Kota Payakumbuh, Sidak juga akan dilakukan dikawasan Koto Nan IV atau sepanjang Jalur Soekarno-Hatta dan tempat lainnya.
” Kedepannya, Sidak juga akan kita lakukan di Koto Nan IV dan kawasan lainnya, sehingga kesadaran masyarakat untuk penyediaan APAR makin tinggi, apalagi kedepannya potensi kebakaran cukup tinggi akibat musim kemarau panjang.”tutupnya. (Edw)















