Bukittinggi, Dekadepos.id
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bukittinggi menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi pada Jumat, 8 Mei 2026 di Sekretariat HMI Bukittinggi. Film bertajuk “Kolonialisme di Zaman Kita” tersebut mengangkat berbagai persoalan sosial, konflik agraria, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat adat di wilayah Papua.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi intelektual bagi kader dan mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota HMI Cabang Bukittinggi hadir dalam agenda nobar dan diskusi tersebut.
Ketua HMI Cabang Bukittinggi, Ahmad Zaki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam membahas persoalan pembangunan nasional, konflik agraria, serta dampak proyek strategis nasional terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.
Menurutnya, film tersebut menggambarkan adanya ketimpangan pembangunan dan minimnya pelibatan masyarakat adat dalam proyek perkebunan tebu, sawit, hingga program ketahanan pangan dan energi nasional di Papua. Ia menilai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah cenderung lebih berpihak pada kepentingan korporasi dibanding perlindungan hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan hidup.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal isu-isu sosial dan kemanusiaan, khususnya terkait dugaan perampasan tanah adat, deforestasi, serta masuknya aparat keamanan ke wilayah konflik yang dinilai menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Infokom HMI Cabang Bukittinggi, M. Ridho Ilahi, menjelaskan bahwa file film Pesta Babi tidak tersedia di media sosial maupun televisi.
Ia menyebutkan, untuk mendapatkan akses penayangan film tersebut, pihaknya harus melalui proses pendaftaran melalui email, verifikasi media sosial, pemeriksaan legalitas organisasi, hingga penandatanganan pakta integritas agar film tidak disebarluaskan secara bebas.
“Kami memperoleh film ini melalui prosedur resmi yang cukup ketat. Hal itu dilakukan untuk memastikan distribusi film tetap terkontrol dan diputar dalam ruang-ruang diskusi yang bersifat edukatif,” jelasnya.
Film Pesta Babi merupakan karya Dandhy Dwi Laksono, jurnalis sekaligus sutradara dokumenter yang dikenal luas melalui sejumlah film investigatif dan kontroversial seperti Sexy Killers (2019) yang mengulas industri pertambangan batu bara dan kaitannya dengan politik di Indonesia, serta Dirty Vote (2024) yang membahas dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2024. (Arm)















