Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Pemkab Limapuluh Kota Pastikan Rumah Roboh di Taeh Baruah Segera Dibangun Kembali

×

Pemkab Limapuluh Kota Pastikan Rumah Roboh di Taeh Baruah Segera Dibangun Kembali

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos. id

Kamis (30/4/2026), menjadi hari yang tak akan dilupakan bagi Slamet Wahyu dan istrinya, Lismaryani. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi keluarga kecil mereka tiba-tiba roboh, rata dengan tanah.

‎“Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih.” Ungkapan itu seakan menggambarkan peristiwa yang menimpa keluarga dengan tiga orang anak tersebut.

‎Rumah yang dihuni lima jiwa itu hancur, meninggalkan puing dan kenangan. Padahal, beberapa tahun lalu, rumah itu sempat direnovasi dengan harapan menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

‎Beruntung, saat kejadian berlangsung di pagi menjelang siang hari, tidak ada satu pun anggota keluarga yang berada di dalam rumah. Anak-anak sedang berada di sekolah, sementara Slamet dan istrinya telah berangkat bekerja.

‎“Kalau kejadian saat malam atau saat kami di rumah, mungkin ceritanya akan lain,” ujar Slamet dengan suara lirih, masih menyisakan rasa syok.

‎Kabar musibah itu cepat sampai ke telinga Bupati Limapuluh Kota, H. Safni. Tanpa menunggu lama, keesokan harinya, Jumat (1/5/2026), ia langsung turun ke lokasi di Nagari Taeh Baruah, didampingi jajaran terkait.

‎Di tengah puing-puing rumah, Safni berdiri, menyapa langsung keluarga korban. Ia tidak hanya datang sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai sosok yang mencoba menguatkan, datang memberi bantuan.

‎“Ini duka kita bersama. Bapak tidak sendiri, kami semua ada di sini,” ucap Safni kepada Slamet dan keluarganya.

‎Turut hadir dalam peninjauan tersebut Asisten I Alfian, BPBD Limapuluh Kota, Dinas Sosial, Damkar, Baznas, dan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Payakumbuh, serta Wali Nagari Taeh Baruah. Kehadiran mereka menjadi tanda bahwa musibah ini mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten



‎Safni langsung menginstruksikan agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Ia meminta BPBD, Dinas Sosial, serta instansi terkait untuk bergerak cepat membantu pembangunan kembali rumah yang roboh tersebut.

‎“Kita upayakan secepat mungkin rumah ini bisa dibangun kembali. Pemerintah daerah akan hadir untuk membantu,” tegasnya.

‎Di balik duka yang menyelimuti, ada rasa syukur yang tak terucap. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kehilangan tempat tinggal tetap menjadi luka yang dalam bagi keluarga kecil itu.
‎Kini, di atas puing yang tersisa, harapan mulai dibangun kembali. Dengan gotong royong dan perhatian dari pemerintah, Slamet Wahyu dan keluarganya berharap bisa kembali memiliki tempat untuk pulang! . (rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *