Scroll untuk baca artikel
BeritaFakta Dibalik BeritaPemerintahanPolitik

Kondisi Jalan di Kawasan Padang Siantah, Asal Usul Nama Kabupaten Limapuluh Kota

×

Kondisi Jalan di Kawasan Padang Siantah, Asal Usul Nama Kabupaten Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id- Nama Kabupaten Limapuluh Kota itu, berawal dari 50 rombongan yang berasal dari Pariangan, Tanahdatar, mencari wilayah pemukiman baru di kaki Gunung Sago. Dimana, 50 rombongan atau 50 koto itu dulu berkumpul, beristirahat, bermusyarawah, dan “hilang” sebanyak 5 rombongan atau 5 koto, di kawasan bernama Padang Siantah atau Padang Siontah.

Kini, kawasan Padang Siantah itu berada di antara Kecamatan Situjuah Limo Nagari dengan Kecamatan Akabiluru. Keberadaanya, seperti disampaikan anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, nyaris luput dari perhatian pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bahkan, menurut Fajar Rillah Vesky, di kawasan Padang Siantah, masih ditemukan ruas jalan kabupaten yang aspalnya terkelupas dan tinggal tanah. Ruas jalan penghubung Jorong Bumbuang, Situjuah Batua, melewati sebagian Jorong Tangah Padang, Situjuah Banda Dalam, dan tembus ke Subarang Parik, Koto Tangah Batu Ampa, Akabiluru itu, kondisinya betul-betul rusak parah.

“Sudahlah jalannya rusak parah. Masyarakat di Padang Siantah, seperti masyarakat di wilayah lainnya di Limapuluh Kota, masih ada yang hidup miskin ekstrim, mengalami stunting, tinggal di rumah tak layak huni, jauh dari akses sanitasi layak dan memadai. Masyarakat di Padang Siantah, seperti masyarakat di nagari lainnya di Limapuluh Kota, masih banyak putus sekolah dan belum dapat beasiswa,” ucap Fajar Rillah Vesky.

Politisi muda asal Situjuah Limo Nagari ini juga menyebut, masyarakat di kawasan Padang Siantah, seperti masyarakat di kawasan lainnya di Limapuluh Kota, masih ada yang belum dapat jaminan kesehatan dari pemda.

“Padahal, dulu kita punya komitmen UHC. Tapi begitu terjadi transisi kepemimpinan daerah, status UHC Limapuluh Kota, terancam dicabut. Ini merisaukan kita semua,” kata Fajar Vesky.

Untuk itu, dalam momentum 185 Tahun Hari Jadi Pemerintahan Umum Limapuluh Kota, Fajar Rillah Vesky, mengutip ungkapan Bung Karno. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tolong perhatikan kawasan Padang Siantah sebagai asal usul Limapuluh Kota. Bahkan asal-usul Luhak Limopuluah,” kata Fajar Rillah Vesky. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *