Scroll untuk baca artikel
Opini

Digital Tourism dan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

×

Digital Tourism dan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yindrizal (Dosen FEB Universitas Andalas)

Pariwisata merupakan kegiatan penting yang memiliki dampak positif pada semua aspek pembangunan budaya, terutama pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks ini, Yakup (2019) percaya bahwa pertama, pariwisata merupakan sumber pendapatan eksternal dan perolehan modal yang digunakan dalam proses produksi. Kedua, pengembangan pariwisata mendukung pengembangan infrastruktur (Sakai, 2006). Ketiga, pengembangan pariwisata juga mendukung pengembangan industri lain (Spurr, 2006). Keempat, pariwisata memberikan kontribusi terhadap lapangan kerja dan pendapatan (Lee dan Chang, 2008). Kelima, pariwisata dapat menghasilkan skala ekonomi (Weng dan Wang, 2004). Sheungting Lo dan Bob McKercher dari Irlandia mempublikasikan penelitian yang menunjukkan bahwa wisatawan milenial lebih menyukai destinasi wisata yang indah dan merekomendasikan untuk mengabadikan momen swafoto (selfie).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Oleh karena itu, swafoto (selfie) telah menjadi bagian penting dalam perjalanan (Lo dan McKercher, 2015). Kegiatan ini yang disebut sebagai perilaku baru, kemudian memunculkan ide untuk menciptakan ruang digital. Misalnya, sebuah objek wisata yang sengaja didesain secara digital dengan menyertakan spot-spot selfie (Imam, 2017). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar di Indonesia. Industri kelapa sawit memimpin dalam bidang pariwisata, diikuti oleh minyak dan gas, aspal, dan tekstil.

Pariwisata adalah sektor yang penting dan harus selalu mapan dalam pembangunan sektoral, baik dari segi infrastruktur maupun informasi yang memadai mengenai destinasi wisata. Bisnis yang hebat memiliki fasilitas terbaik, pelanggan yang tepat dan arah yang tepat untuk menciptakan produk yang berkualitas. Seperti yang dinyatakan dalam Pernyataan Presiden RI No. 9/1969, khususnya Bab II, Pasal 2 dan 4, menetapkan tiga tujuan utama dan pedoman yang dapat mengarah pada pengembangan pariwisata:

Bagian 2 (tujuan pengembangan pariwisata) adalah sebagai berikut:

Untuk meningkatkan pendapatan dari devisa, terutama pendapatan negara dan masyarakat, untuk memperluas kesempatan dan pekerjaan, untuk mempromosikan promosi bisnis dan pekerjaan lainnya; Menyebarluaskan dan menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia; Mempromosikan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Bab 3 (Dasar-dasar Pengembangan Pariwisata) adalah sebagai berikut:

Meningkatkan/mempromosikan keindahan, kekayaan dan budaya masyarakat Indonesia sebagai wisatawan;

Untuk menyediakan/menciptakan transportasi, akomodasi, hiburan dan jasa-jasa pariwisata lainnya yang diperlukan, termasuk pelatihan bagi polisi;

Untuk bekerja secara efisien dan efektif dalam pengembangan pariwisata domestik dan internasional;

Berusaha keras untuk memastikan bahwa wisatawan memiliki waktu yang menyenangkan, melalui proses transportasi dan menghilangkan masalah;

Kebijakan terhadap transportasi, terutama transportasi udara, merupakan faktor penting dalam meningkatkan jumlah pengunjung dan mempermudah perjalanan.

Menteri Pariwisata (periode 2014-2019) mengatakan bahwa pengembangan pariwisata Indonesia akan mengandalkan teknologi digital untuk meningkatkan pertumbuhan dan menyelesaikan masalah-masalah destinasi wisata Indonesia saat ini. Selain itu, memanfaatkan digitalisasi berbasis teknologi adalah eksperimen terpenting di era milenial saat ini. Ada dua cara untuk mengubah dunia, yaitu dengan regulasi atau teknologi. Kami memilih teknologi digital dalam pariwisata agar Indonesia dapat mengejutkan dunia (Heliany, 2019).

Salah satu perkembangan pariwisata digital di Indonesia adalah destinasi digital (Digital Destinations). Pemerintah, bekerja sama dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi), telah menyelesaikan 7 destinasi wisata digital dan paket wisata digital (digital tourism) untuk 100 destinasi Indonesia. Jenis wisatawan yang diciptakan dalam rangka pengembangan pariwisata digital adalah:

Wisata alam, Indonesia memiliki wilayah dan terumbu karang terindah di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia. Ada juga lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 spesies terumbu karang dan atraksi serupa lainnya, seperti Laut Bunaken di Manado dan Raja Ampat di Papua Barat;

Wisata belanja, Pasar bisnis di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu toko modern dan toko tradisional. Sebagai contoh, Surabaya Shopping Festival yang diadakan di Surabaya setiap tahun untuk memperingati ulang tahun berdirinya Kota Surabaya, didasarkan pada konsep bisnis dan diadakan secara serentak di banyak pusat perbelanjaan (pusat perbelanjaan modern);

Wisata budaya dengan Keanekaragaman etnis, bahasa, dan budaya di Indonesia menjadikan Indonesia tempat yang unik bagi wisatawan untuk mengunjungi, menikmati, dan memahami budaya, tradisi leluhur, dab kearifan lokal. Misalnya, dalam budaya tari, praktik-praktik sosial seperti tari Saman dan tari Remo;

Wisata religi merupakan warisan kerajaan Islam yang pernah berkembang di Nusantara dan merupakan tujuan wisata yang terkenal dengan sejarahnya yang epik dan layak dikunjungi. Contohnya seperti wisata religi di Masjid Agung Demak, Masjid Kudusta dan Keraton Kasepuhan di Cirebon.

Digital Tourism 

Pariwisata digital (digital tourism) atau dikenal juga dengan e-tourism merupakan integrasi dari pengembangan Information and Communication Technology (ICT) dan pariwisata. Konsep pariwisata digital adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi industri pariwisata, menyediakan berbagai layanan pariwisata kepada pelanggan, dan memfasilitasi penggunaan industri pariwisata dalam pemrosesan data jarak jauh.

Wisata digital telah menjadi penting dalam industri perjalanan, terutama selama pandemi COVID-19 ketika pembatasan dan penutupan perjalanan wisata secara fisik. Pariwisata digital menawarkan wisatawan kesempatan unik untuk merasakan pengalaman berwisata tanpa harus meninggalkan rumah. Hal ini juga merupakan cara bagi bisnis pariwisata untuk berinvestasi dalam digitalisasi dan menjangkau audiens yang lebih luas (Akhtar et al., 2021).

Transformasi digital di sektor pariwisata membutuhkan inovasi dan penciptaan bisnis baru untuk memastikan daya saing, pertumbuhan, dan pembangunan keberlanjutan (Akhtar et al., 2021). Tujuan utamanya adalah untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals  atau SDGs).

Pariwisata digital mengubah industri perjalanan, yaitu dengan meningkatnya ketersediaan teknologi mengubah cara orang meneliti, merencanakan, dan mengalami atau merasakan perjalanan wisata mereka (Akhtar et al., 2021). Pariwisata digital menyediakan cara untuk menggunakan teknologi untuk meneliti, merencanakan, dan merasakan perjalanan liburan atau wisata (Akhtar et al., 2021). Hal ini berkat dukungan digital yang diberikan kepada wisatawan sebelum dan sesudah perjalanan mereka (Akhtar et al., 2021, Van Nuenen dan Scales, 2021). Layanan pariwisata digital bervariasi dan dapat menawarkan saran tentang cara menemukan akomodasi yang tepat bagi wisatawan yang berencana bepergian, dimana pemasaran digital juga penting untuk investasi sektor pariwisata.

Transformasi digital industri pariwisata juga penting untuk memastikan daya saing, pertumbuhan, dan keberlanjutan industri pariwisata. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) yang diprakarsai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menciptakan lapangan pekerjaan baru (Watkins et al., 2018). Oleh karena itu, penting untuk memahami dampak dan perkembangan pariwisata digital terhadap industri pariwisata, dan oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi masalah dan peluang untuk daya saing industri pariwisata (Watkins et al., 2018,  van Nuenen dan Scarles, 2021).

Memanfaatkan Digital Marketing Pariwisata Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang pesat, dimana teknologi dapat mempermudah kehidupan masyarakat di segala bidang, termasuk sektor pariwisata. Teknologi informasi menjadi salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata melalui berbagai media dan pemasaran digital. Dengan berkembangnya ekonomi digital, minat masyarakat untuk berlibur semakin hari semakin meningkat. Masyarakat di era sekarang telah mendapatkan banyak kemudahan dari berbagai teknologi yang ada, termasuk kemudahan dalam industri pariwisata, sehingga industri pariwisata dapat mengembangkan pariwisata dengan transformasi digital.

Menurut Kementerian Pariwisata, 50 persen pariwisata kini dijual secara online. Pemerintah saat ini sedang menggalakkan pariwisata, diaman dapat dilihat pada Bab II Pasal 3 dari Instruksi Presiden No. 9 tahun 1969, yaitu Pengembangan pariwisata di Indonesia adalah penting bagi terciptanya kepariwisataan, dimana dapat menciptakan dan membangun kesejahteraaan masyarakat dan negara (Yoeti, 1996).

Ada banyak jenis perjalanan yang menarik perhatian orang ketika bepergian dan merencanakannya. Indonesia dapat dimasukkan dalam daftar perjalanan, seperti:

Wisata Alam. Indonesia kaya akan wisata alam, ada banyak wisata alam bagi mereka yang suka berkunjung, salah satunya adalah wisata terumbu karang, Indonesia memiliki sekitar 18% dari sekian banyak macam terumbu karang. Ada juga objek wisata lainnya seperti gunung, laut dan sumber daya alam lainnya.

Wisata Religi. Ada banyak jenis kegiatan keagamaan (religi) di Indonesia, termasuk melakukan ritual keagamaan dengan berwisata religi ke Walisongo atau mengunjungi situs bersejarah yang kental dengan tema religi dan gambaran agama Budha, yaitu Candi Borobudur.

Wisata Budaya. Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budayanya dan memiliki budaya tradisional yang kaya dengan berbagai macam tarian, termasuk tarian Kecak dari Bali dan tari Piring dari Padang.

Tujuan dari pemasaran digital (digital marketing) dalam industri pariwisata adalah untuk mempromosikan dan memasarkan industri pariwisata di media sosial untuk menarik wisatawan. Kampanye pemasaran digital biasanya dilakukan melalui situs web, media sosial, iklan online, pemasaran email langsung, forum, dan aplikasi seluler.

Strategi Digital Tourism

Keberadaan teknologi berperan penting dalam mempermudah kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek, salah satunya pariwisata. Ketika 70% pencarian dan share (search and share) terjadi di perangkat digital, sehingga dapat melihat perubahan pengunjung.

Telah terbukti bahwa teknologi dapat mempengaruhi dan membentuk cara seseorang melakukan perjalanan, mulai dari merencanakan perjalanan hingga melakukan perjalanan dan kembali dari perjalanan. Menurut Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan dan Hukum (Politic, Economy, Social, Technology, Environment, dan Legal/PESTEL), teknologi adalah perubahan yang meningkatkan strategi manajemen bisnis.

Tahapan dan tingkat penggunaan teknologi saat bepergian meliputi:

Saat ini, ketika orang bepergian, sebagian besar memesan tiket penerbangan dan akomodasi secara online. Kemunculan aplikasi pendukung pemesanan online telah membuatnya lebih mudah dan karenanya sangat populer di kalangan masyarakat di era digital ini.

Kehadiran smartphone telah menjadi panduan utama dalam melakukan perjalanan wisata. Saat bepergian, orang dapat mengakses semua jenis informasi hanya dengan menggunakan smartphone mereka. Mereka bisa menemukan semua informasi yang dibutuhkannya di smartphone, mulai dari tempat wisata mana yang ingin di kunjungi, bagaimana cara mencapainya, tempat makan dan minum di daerah tersebut, hingga tempat membeli oleh-oleh.

Kemajuan media sosial telah mengubah cara hidup manusia, berbagi (share) atau menyiarkan (posting) kegiatan kita kini telah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi masyarakat, termasuk ketika kita bepergian.

Dari ketiga poin di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi dalam industri pariwisata sangat penting dan tidak dapat dipungkiri. Kini ekonomi dunia telah beralih ke era ekonomi digital 4.0 dan teknologi digital telah menjadi sebuah keniscayaan.

Graphic Teknologi dan Kepariwisataan

Di sektor pariwisata, terdapat program Wonderful Startup Academy (WSA), yang merupakan program yang dirancang khusus untuk pengembangan dan akselerasi usaha-usaha baru di sektor pariwisata. WSA bertujuan untuk menciptakan industri pariwisata digital (digital tourism).

Pariwisata digital (digital tourism) merupakan strategi yang bagus untuk mempromosikan berbagai destinasi dan sumber daya pariwisata Indonesia melalui berbagai platform. Artinya, pemasaran digital tidak hanya sebagai panduan tetapi juga perpanjangan dari keindahan pariwisata secara keseluruhan untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Dapat dikatakan bahwa ekonomi digital akan menjadi perubahan besar bagi perekonomian dan ekonomi kreatif Indonesia.

Karena pariwisata digital (digital tourism) secara tidak langsung membuat masyarakat menjadi lebih melek dan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tentu saja, hal ini tidak sulit sama sekali karena gaya hidup masyarakat yang serba cepat dan langsung terkoneksi dengan internet. Selain itu, tren pariwisata sudah mulai bergeser dari tradisional menjadi digital. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas para wisatawan yang sudah mulai merencanakan perjalanan mereka sebelum dan sesudah melakukan perjalanan hampir seluruhnya secara digital.

Untuk mendorong penggunaan pariwisata digital di Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah meluncurkan berbagai langkah antisipasi. Misalnya, terkait layanan Internet dan WiFi, Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membangun infrastruktur teknologi komunikasi dan informasi (TIK), terutama di kawasan 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) dan desa-desa wisata.

Sinyal ini diharapkan dapat menjangkau di mana saja dan di daerah-daerah terpencil. Hal ini tidak hanya mempromosikan pariwisata digital dan meningkatkan layanan jaringan, tetapi juga meningkatkan perkembangan tren pariwisata digital di Indonesia. Selain itu, industri pariwisata perlu pulih dan industri kreatif perlu menggunakan strategi yang baik untuk menjaga industri pariwisata Indonesia tetap hidup. Salah satu cara untuk mengakomodir hal tersebut adalah dengan menyediakan fasilitas WFH (Work From Hotel) bagi para pekerja profesional yang membutuhkan jeda dari kesibukannya.

Selain itu, industri perhotelan juga menawarkan banyak rencana perjalanan paket wisata hotel. Hal ini dikarenakan wabah pandemi membuat resor-resor lain menjadi lebih aman karena wisatawan tidak ingin mengunjungi tempat-tempat yang ramai. Hal ini juga harus didukung dengan keamanan dan kenyamanan selama menginap. Oleh karena itu, semua hotel diwajibkan memiliki sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) untuk memastikan masa inap yang aman dan nyaman bagi semua tamu.

Digital Tourism Melalui Media Sosial 

Platform media sosial memainkan peran penting dalam mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, membuat dan menghasilkan spot-spot wisata yang menarik di Instagram adalah salah satu strategi untuk mempromosikan wisata secara gratis untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Karena semuanya serba digital, hal ini tentu saja harus dibarengi dengan kemudahan akses bagi para wisatawan. Mulai dari memesan tiket perjalanan hingga memilih transportasi, dari mengkonfirmasi alamat hingga mencari informasi wisata, semuanya bisa dilakukan dari smartphone.

Peran media digital banyak digunakan untuk mendukung pengembangan suatu daerah (Retnasary et al., 2019). Banyak penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa media digital memiliki dampak yang signifikan dalam mempromosikan pariwisata dan meningkatkan jumlah wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten media sosial memegang peranan penting, dimana melalui media sosial dapat membuat informasi dan mempromosikan tempat wisata.

Peran penting pemerintah dalam melibatkan para ahli dalam penyebaran konten-konten di media sosial menjadi hal yang penting untuk keberhasilan pengelolaan konten wisata di daerah tersebut (Retnasary et al., 2019). Kemudian, hasil penelitian Hiregar (2020), menunjukkan bahwa peran media digital berkaitan dengan promosi pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Begitu juga dengan hasil penelitian dari Riyadi et al., (2019), yang mengatakan bahwa media sosial menjadi pilihan pertama untuk pemasaran digital. Strategi tersebut merupakan cara untuk mempromosikan daerah pariwisata baru, menciptakan ketertarikan dan meningkatkan jumlah pengunjung ke daerah tersebut melalui pemasaran Instagram yang efektif. Hasil penelitian ini juga akan mempengaruhi pemilihan dan penggunaan iklan yang tepat melalui media sosial, sehingga dapat digunakan untuk menarik wisatawan (Riyadi et al., 2019).

Destinasi wisata seperti halnya suatu produk, sehingga perlu dipasarkan untuk menarik pelanggan agar mau berkunjung. Wisatawan menggunakan media sosial dan situs web untuk mencari informasi. Melihat foto atau video yang dibagikan di media sosial akan membuat audiens lebih tertarik dan berminat. Unggah foto dan video yang menampilkan konten yang dapat mendorong pengunjung untuk melihat layanan virtual atau mengunjungi tempat wisata secara langsung.

Tidak hanya itu, kini segala sesuatunya, termasuk pembayaran, harus cepat, mudah dan aman. Akibatnya, banyak industri pariwisata dan kreatif yang beralih ke sistem pembayaran nontunai atau pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesia). Menariknya, hingga pertengahan Juli 2021, sudah ada 8 juta pedagang yang mengintegrasikan layanan QRIS. Tentu saja, jumlah pedagang akan terus bertambah, sehingga semakin memudahkan semua pengunjung untuk bekerja tanpa uang. Oleh karena itu, seiring kemajuan teknologi yang semakin pesat, dunia bisnis dan industri kreatif pun terus berubah dengan cepat untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Digital Marketing Untuk Bisnis Hotel dan Pariwisata

Di era kemajuan teknologi yang begitu pesat, digitalisasi tidak hanya menjadi tren tetapi juga menjadi faktor penting dalam perekonomian dunia. Khususnya di industri perhotelan dan pariwisata/perjalanan, penggunaan strategi pemasaran digital tidak hanya menjadi pilihan, namun sudah menjadi keharusan. Tulisan ini memperkenalkan dan menjelaskan secara ringkas strategi pemasaran digital dan bagaimana teknik-teknik ini dapat menjadi penting untuk menarik talenta dan pengguna yang tepat, serta peralatan yang dibutuhkan untuk membawa rumah dan bisnis ke tingkat berikutnya.

Pemasaran digital (digital marketing) telah menjadi bagian integral dari industri perjalanan (travel )dan hiburan atau rekreasi (leisure). Seiring dengan digitalisasi yang terus meningkat, konsumen semakin mencari pengalaman digital saat bepergian. Bukti menunjukkan bahwa pendapatan dari perjalanan internasional diperkirakan akan tumbuh 17% pada tahun 2023 dibandingkan tahun lalu, mencapai hampir $400 juta (Statista). Selain itu, hampir 70% wisatawan mengatakan bahwa mereka memulai perencanaan perjalanan mereka melalui mesin pencari (Webgen Technologies). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemasaran digital (digital marketing) untuk menarik pelanggan atau konsumen di industri pariwisata dan hotel.

Pemasaran digital (digital marketing) memiliki implikasi dan manfaat yang signifikan bagi industri hotel dan pariwisata. Dengan menggunakan pemasaran digital, bisnis dapat mengungguli pesaing, mendapatkan visibilitas yang lebih besar di platform online, dan pada akhirnya meningkatkan jumlah pelanggan.

Menurut Arief Yahya, penggunaan pemasaran digital (digital marketing) penting dalam mempromosikan destinasi wisata. Pariwisata digital merupakan strategi yang tepat untuk mempromosikan berbagai destinasi dan sumber daya pariwisata Indonesia melalui berbagai platform. Artinya, pariwisata digital (digital tourism) tidak hanya menjadi panduan tetapi juga perpanjangan dari penyebaran keindahan pariwisata secara keseluruhan untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Dengan kata lain, menggunakan strategi pemasaran digital adalah pilihan yang tepat untuk menarik wisatawan asing dan membantu mempromosikan pariwisata dan industri kreatif Indonesia di mana-mana setelah pandemi COVID-19.

Berikut ini beberapa tips Digital Marketing  yang dapat digunakan oleh pelaku Bisnis Hotel dan Pariwisata, yaitu:

Membuat Website: Banyak orang akan memeriksa atau melakukan riset lokasi wisata yang akan dikunjunginya sebelum pergi berlibur. Oleh karena itu, bisnis perlu memiliki situs web sendiri dengan memberikan banyak informasi seperti lokasi, biaya, fasilitas, harga, obrolan langsung (live chat) dan bahkan pemesanan (reservasi) hotel.

Optimalisasi Mesin Pencari (SEO): Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan lalulintas situs web (traffic website) dengan menggunakan teknik optimasi mesin pencari seperti Search Engine Optimization (SEO). Search Engine Optimization adalah upaya untuk mengoptimalkan situs web untuk mesin pencari untuk mencapai peringkat yang baik dalam hasil pencarian.

Google Ads: Kita dapat menggunakan Google Ads untuk menampilkan iklan berbayar di mesin pencari seperti Google. Dengan Google Ads, kita dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan visibilitas bisnis secara online.

Google Business Profile: Pastikan bisnis yang dijalankan memiliki profil yang lengkap dan terverifikasi di Google. Profil bisnis di Google dapat membantu meningkatkan visibilitas bisnis yang dilakukan melalui penelusuran Google dan Google Maps.

Youtube Ads: YouTube adalah platform video terbesar di dunia dan dapat menjadi alat yang hebat untuk menjangkau pelanggan seluruh pelanggan. Kita dapat menggunakan iklan YouTube untuk menampilkan iklan video kepada pelanggan.

Manajemen Instagram/Facebook & Iklan: Saat ini, sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki media sosial seperti Instagram dan Facebook. Kita dapat menarik lebih banyak pelanggan untuk mengunjungi bisnis hotel melalui media sosial ini.

Manajemen KOL/Endorsement: Bermi tra dengan Key Opinion Leader (KOL) atau influencer dapat membantu meningkatkan visibilitas dan kredibilitas bisnis di mata pelanggan. Pertimbangkan untuk bermitra dengan KOL atau influencer yang sesuai dengan tujuan pemasaran bisnis.

Merekrut Digital Marketer Untuk Industri Perhotelan dan Pariwisata

Mempekerjakan pemasar digital (digital marketer) yang handal untuk industri pariwisata/perjalanan yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang industri itu sendiri dan kebutuhan pelanggan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Mengidentifikasi Kebutuhan: Sebelum merekrut, penting untuk memahami kebutuhan bisnis yang unik/spesifik dalam hal pemasaran digital.

Cari Pengalaman yang Relevan: Carilah kandidat yang memiliki pengalaman di industri perjalanan/pariwisata atau setidaknya memahami evolusi/dinamika industri ini.

Tes Kemampuan dan Kreativitas: Mengevaluasi bagaimana kompetitor mengembangkan dan melaksanakan rencana mereka melalui pengujian atau studi kasus yang efektif.

Pendidikan dan Pelatihan: Pastikan mereka mengetahui tren dan perkembangan terbaru dalam pemasaran digital (digital marketing).

Salah satu sektor yang telah berubah secara signifikan (transformasi signifikan) dalam lingkungan bisnis adalah industri pariwisata/perjalanan. Saat industri pariwisata pulih dari pandemi, perekrutan pengelolaan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang tepat sangatlah penting.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah wisatawan meningkat sebesar 508,87 persen pada kuartal pertama tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tantangan dan kebutuhan yang dihadapi industri perjalanan saat ini menunjukkan kepada kita pentingnya merangkul perubahan dan efisiensi.

Tantangan dan Tren Rekrutmen Terkini di Industri Pariwisata

Transformasi Digital: Industri pariwisata/perjalanan sedang mengalami proses transformasi digital. Hotel dan perusahaan perjalanan lainnya telah merilis aplikasi seluler untuk pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan peran seperti penggunaan desainer (Designer), manajer bisnis online (Online Marketing Manager), dan insinyur perangkat lunak (Software Engineer) semakin meningkat. Namun, meskipun teknologi mungkin menjadi tantangan, tetap penting bagi bisnis untuk mempertahankan sentuhan manusia dalam bisnis perjalanan. Jadi, terlepas dari kemajuan otomatisasi dan teknologi, mempekerjakan orang-orang yang berbakat masih menjadi hal yang paling penting bagi bisnis.

Fleksibilitas Kerja: Dalam konteks industri pariwisata, ide bekerja dari jarak jauh mungkin tampak asing, mengingat banyak pekerjaan yang mengandalkan layanan tatap muka. Namun ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan dari jarak jauh di belakang layar. Sebagai contoh, Koncept Hotel di Jerman mencoba menerapkan strategi ini dalam hal-hal seperti pemasaran digital, manajemen asuransi dan dukungan pelanggan. Meskipun tim hotel masih bekerja secara individual, mereka mencoba menerapkan model kerja jarak jauh yang memungkinkan beberapa departemen, seperti tim pemasaran atau manajemen, bekerja dari rumah atau lokasi lain.

Karier Multifaset: Kekurangan tenaga kerja, terutama setelah berakhirnya pandemi, telah membuat banyak perusahaan pariwisata/perjalanan meminta pekerja untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab. Misalnya, penerima tamu (receptionist) hotel juga dapat dilatih untuk memberikan bantuan di bagian pramutamu (concierge) atau bahkan restoran hotel. Pelatihan lintas fungsi ini memastikan bahwa karyawan memiliki kemampuan yang lengkap dan memberi mereka kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang berbeda. Dari segi bisnis. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja tetapi juga memberikan karyawan lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kinerja.

Environmental, Social, and Governance dan Perekrutan: Environmental, Social, and Governance (ESG)  mengacu pada faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam keputusan investasi. Dalam hal perekrutan, mitra McKinsey, Margaux Constantin, melaporkan bahwa banyak kandidat sekarang memutuskan meningkatkan komitmen mereka. Hal ini termasuk bagaimana perusahaan mengurangi jejak karbon mereka, mendukung komunitas lokal dan mempraktikkan tata kelola yang baik. Para pesaing saat ini lebih menyukai perusahaan yang benar-benar peduli dengan tanggung jawab sosial dan berusaha untuk bekerja di bidang-bidang yang mencerminkan nilai-nilai tersebut.

Standar Kebersihan: Penyebaran virus COVID-19 telah mempengaruhi standar kebersihan di seluruh dunia. Di sektor pariwisata, bisnis seperti hotel, restoran, dan tempat wisata berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan keamanan para tamu dan staf. Hal ini mencakup pembersihan harian yang sering dilakukan, desinfeksi area yang sering disentuh, suhu, dan teknologi seperti pemurnian udara berbasis aplikasi. Minat konsumen terhadap standar kebersihan semakin meningkat, dan industri pemasaran perlu beradaptasi dengan ekspektasi ini.

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata

Kualitas sumber daya manusia (SDM) memiliki dua arti, kata kualitas di sini biasanya diartikan sebagai tingkat baik buruknya atau derajat atau taraf dari sesuatu. Sedarmayanti (2012), mengatakan bahwa “Kualitas adalah ukuran sejauh mana terpenuhinya berbagai kebutuhan, standar, dan harapan”. Rony Ika Setiawan (2016) mengatakan bahwa tiga aspek penting dalam pengembangan pengetahuan tenaga kerja:

Pertama, pengembangan pengetahuan tentang proses pelayanan yang meliputi berbagai kegiatan seperti pelayanan hotel yang berbeda dengan pelayanan pada tempat rekreasi maupun pelayanan dalam perjalanan wisata (travel).

Kedua, pengetahuan tentang peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Ketiga, pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkaitan dengan pengembangan sikap atau perilaku yang benar, sopan santun, dan lain-lain.

Ketiga hal tersebut selalu berubah dan berkembang, sehingga perlu selalu ditingkatkan, terutama melalui pendidikan yang juga akan berpengaruh pada penyerapan ekonomi.

Makna kualitas kerja karyawan dapat dipahami sebagai kualitas pekerjaan, yang mengacu pada kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka yang melakukan pekerjaan tersebut (Matutina, 2001). Orang yang efektif mengacu pada Sumber daya manusia yang tidak hanya dapat menciptakan keunggulan komparatif tetapi juga nilai komparatif seperti kecerdasan (intelligance), kreativitas (creativity)dan imajinasi (imagination) (Rachmawati, 2007).

Kualitas pekerjaan mengikuti kualitas sumber daya manusia, dimana kualitas sumber daya manusia berarti: (Matutina, 2001).

Pengetahuan (Knowledge) adalah kemampuan yang dimiliki karyawan, yang berfokus pada pengetahuan dan ide (intelejensi) serta keterampilan mereka terhadap berbagai pengetahuan.

Keterampilan (Skill) adalah pengetahuan dan keahlian seseorang yang bekerja dalam bidang tertentu.

Kompetensi terdiri dari berbagai kemampuan yang dimiliki karyawan, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab.

Keterampilan Yang Harus Dipenuhi SDM Pengelola Pariwisata

Di antara semua perubahan dan tantangan yang dihadapi industri pariwisata/perjalanan, ada satu hal yang tetap konstan: pentingnya keahlian (soft skills)dan layanan pelanggan (customer service). Alasannya jelas, meskipun teknologi telah mengambil alih banyak pekerjaan, interaksi manusia masih menjadi inti dari industri pariwisata/perjalanan. Sehingga, keahlian interpersonal, kemampuan untuk memahami dan menanggapi kebutuhan pelanggan, serta kemampuan untuk bekerja dalam tim masih diinginkan oleh para pemberi kerja di industri ini.

Mengingat pentingnya industri pariwisata bagi perekonomian global Indonesia, jelas bahwa perekrutan yang baik dan fokus pada keterampilan karyawan merupakan hal yang penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Pentingnya mempekerjakan staf yang tepat tidak dapat diabaikan, karena keterampilan memang penting di dunia digital, tetapi keterampilan manusia seperti berpikir, komunikasi, dan semangatlah yang memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman tamu dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata.

Berikut ini adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh pengelola destinasi wisata.

Pemasaran. Pemasaran adalah pengetahuan dasar dan bakat kreatif yang dibutuhkan oleh administrator situs atau pengelola destinasi. Tentu saja, alasannya adalah karena pariwisata juga memiliki konsep penawaran dan permintaan. Pengelola situs akan bertindak sebagai distributor, mengelola situs berusaha menarik atau mendorong wisatawan untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam pemasaran sendiri, tentu kita mengenal salah satu istilah merek (brand atau branding). Pariwisata sendiri juga harus memiliki nama atau merek (brand). Sebuah merek bukan hanya sekedar nama, logo atau simbol, tetapi merek beroperasi sebagai payung yang mewakili dengan ekuitas merek (brand equity) produk atau layanan dari destinasi pariwisata itu sendiri. Lalu ada yang disebut ekuitas merek (brand equity), dimana mencakup loyalitas merek (brand loyalty), kesadaran merek (brand awareness), persepsi kualitas (perceived quality), asosiasi merek (brand associations) dan aset lainnya.

Tata Kelola. Administrasi atau manajemen di daerah wisata, yang memainkan peran penting di wilayah tersebut. Manajemen destinasi adalah cara profesional untuk mengarahkan bisnis atau proyek di destinasi, mengingat pariwisata akan menjadi salah satu kegiatan yang membuat pariwisata dapat menggerakkan roda perekonomian. Oleh karena itu, manajer lapangan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan koordinasi dan kepemimpinan. Misalnya, ada manajemen pengunjung (visitor management)di pengelolaan destinasi. Sekarang bayangkan jika destinasi yang dikelola merupakan sebuah kawasan konservasi yang indah., sehingga banyak sekali turis yang datang ke sana. Dalam manajemen tamu atau pengunjung, kita akan berurusan dengan tamu yang memiliki kemampuan untuk membawa, mengontrol standar tamu sehingga mereka dapat bekerja secara teratur. Tentu saja, kita tidak ingin wisatawan membuat masyarakat di daerah destinasi menjadi stres dan pusing menghadapi kedatangan wisatawan yang  tidak mau mengikuti aturan yang berlaku di daerah tersebut.

Keberlanjutan. Konsep keberlanjutan telah menjadi populer di industri pariwisata. Kita sering menyebutnya sebagai pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), sebuah konsep pariwisata yang bertanggung jawab terhadap sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan di suatu tempat. Oleh karena itu, pariwisata bukan hanya tentang menikmati pemandangan, tetapi juga ikut berkontribusi. Ketika kita berbicara tentang keberlanjutan (sustainable), kita tidak berbicara tentang 5, 10, 50 tahun ke depan. Keberlanjutan berarti kita berpikir untuk menciptakan tujuan yang akan bertahan di alam selama ribuan tahun dan menceritakannya kepada generasi mendatang. Tentu saja, untuk mencapai tujuan ini, diperlukan pengetahuan dan keterampilan seperti manajemen berkelanjutan, sosial ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan kondisi di lapangan dapat dilihat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dari pengelelola/operator pariwisata, efek dari periklanan dan pemasaran yang kurang maksimal, sehinga perlu meningkatkan aspek keterampilan SDM dalam bidang periklanan dan pemasaran, terutama dalam kaitannya dengan media online dan pemasaran digital. Kingsnorth (2016), mengatakan bahwa untuk dipromosikan dan mendapatkan hasil yang baik, banyak keterampilan yang harus dipenuhi seperti:

Periklanan Digital (Digital Advertising)

Pemasaran Konten Digital (Digital Content Marketing)

Pemasaran Media Sosial (Social Media Marketing)

Manajemen Komunitas (Community Management)

Penulisan Naskah (Copywriting)

Berdasarkan aspek periklanan atau pemasaran, masalah-masalah yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) dalam periklanan atau pemasaran, dan latar belakang pendidikan pengelola daerah wisata, secara garis besarnya dibutuhkan keterampilan ini dapat disederhanakan menjadi empat jenis periklanan:

Membuat konten iklan atau periklanan,

Menggunakan media populer dan fitur-fiturnya,

Kemampuan komunikasi lisan atau verbal,

Keterampilan bahasa Inggris. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *