Scroll untuk baca artikel
PemerintahanTeknologi

Kota Payakumbuh Bergerak Cepat Menuju Era Digital

×

Kota Payakumbuh Bergerak Cepat Menuju Era Digital

Sebarkan artikel ini

Oleh : Roby Setia Pramana, M.Pd. (Duta Teknologi Kemendikdasmen)

Sebagai seorang yang aktif menginisiasi pembelajaran digital, saya melihat bahwa Kota Payakumbuh sedang menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam membangun masa depan pendidikan. Saya sangat antusias menyaksikan langkah nyata kota ini menuju era digital, yang bahkan telah menghasilkan satu sekolah digital dan hampir semua sekolah sudah punya perangkat digital seperti laptop, chromebook dan proyektor. Ini bukan sekadar inovasi, melainkan sebuah fondasi kuat untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Rapor Pendidikan Indonesia 2025 Kota Payakumbuh menjadi cerminan berharga bagi upaya ini. Dengan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 81,39 yang berkategori Tuntas Madya, ini menunjukkan bahwa layanan pendidikan dasar di Payakumbuh berada di tingkat menengah ke atas, sebuah prestasi yang patut dibanggakan. Data pendidikan tahun 2024 menunjukkan Payakumbuh memiliki 299 sekolah, 279 kepala sekolah, 3.137 pendidik, dan 3.971 peserta didik (tidak termasuk PAUD) yang mengikuti Asesmen Nasional. Indikator positif seperti Kemampuan Literasi dan Numerasi Murid di sebagian besar jenjang berada dalam kategori “Baik”, demikian pula Iklim Keamanan Sekolah dan Iklim Inklusivitas Sekolah yang mayoritas “Baik” dan mengalami peningkatan.

Namun, Rapor Pendidikan juga menyoroti area yang memerlukan perhatian serius. Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 5-6 tahun masih “Kurang” dan usia 4-18 tahun bagi penyandang disabilitas “Rendah”. Selain itu, Kualitas Pembelajaran masih menunjukkan nilai “Sedang” untuk beberapa jenjang Agama/Kemenag dan Kesetaraan. Di sinilah peran digitalisasi menjadi sangat vital. Saya percaya, solusi digital adalah kunci untuk mengatasi kesenjangan ini, memastikan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif untuk semua anak Payakumbuh.

Payakumbuh juga bergerak selaras dengan agenda nasional. Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 7 Tahun 2025 mengamanatkan “Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran”. Tujuan Inpres ini adalah mendorong peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Presiden Prabowo Subianto bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menyediakan layar televisi atau Interactive Flat Panel (IFP) di seluruh sekolah Indonesia dalam satu tahun ke depan, terutama untuk daerah terpencil, agar materi pelajaran terbaik dapat diakses. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berkomitmen melaksanakan instruksi ini, dengan menyalurkan perangkat media seperti IFP, laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran ke 288.865 sekolah sasaran di seluruh Indonesia, serta memberikan bimbingan teknis untuk pengoptimalan penggunaannya. Ini adalah langkah besar yang akan sangat membantu upaya daerah seperti Payakumbuh. Peran Menteri Komunikasi dan Digital juga krusial dalam menyediakan infrastruktur pemerintah digital dan jaringan internet berkualitas tinggi untuk mendukung akses digitalisasi pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.

Di tingkat daerah, komitmen digitalisasi Payakumbuh telah terwujud nyata. Pada 17 Mei 2025, Pemko Payakumbuh meluncurkan Aplikasi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) DISAKOLA dan program KSRG (Kandidat Sekolah Rujukan Google). SPMB DISAKOLA, yang menggantikan PPDB, dirancang untuk memudahkan masyarakat, mengurangi mobilitas pendaftaran, serta memastikan proses penerimaan yang objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan berkeadilan. Sistem ini, yang mencakup empat jalur pendaftaran (domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi), diharapkan dapat mencegah anak putus sekolah.

Paling membanggakan, SMPN 4 Payakumbuh telah menerima sertifikat KSRG dari Google dan bahkan resmi diluncurkan sebagai Sekolah Digital pada 13 November 2024, sebagai bagian dari program Smart City. Digitalisasi di SMPN 4 mencakup pembelajaran, administrasi, dan interaksi sekolah, memudahkan guru dan siswa mengakses bahan ajar serta ujian dalam satu jaringan. Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengapresiasi perintisan digitalisasi SMPN 4 sejak 2018, menjadikannya rujukan bagi sekolah lain, dengan kunci keberhasilan pada guru yang kreatif dan adaptif.

Dengan fondasi digital yang sudah terbangun dan semangat kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat tidak hanya mewujudkan pendidikan digital yang inklusif dan berkualitas, tetapi juga menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter mulia, dan siap bersaing di kancah global. Mari bersama, dengan semangat #SemuaPunyaPeran, kita terus bergerak maju mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua” di Kota Payakumbuh. Masa depan pendidikan yang gemilang ada di tangan kita semua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *