LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id –Pergelaran festival kopi perdana dari Kabupaten Limapuluh Kota, 50Kota Coffee Fest1 manual brew competition, dalam rangkaian acara “Aka Basamo, Kolaborasi Pembangunan Perhutanan Sosial Berkelanjutan.” dinilai sukses.
Wakil bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha mewakili bupati sangat mengapresiasi terselenggaranya acara festival 50Kota Fest1 Manual Brew Competition tersebut,
“Kami sangat menghargai kawan-kawan panitia yang telah bekerja keras untuk mengangkat acara ini, juga terimakasih kepada Balai Perhutanan Sosial, Kementrian Kehutanan dan OPD terkait,” ucap Wabup dalam sambutan pembukaan acara, Minggu (22/6/25).
Wabup Rito yang pecinta kopi murni itu, juga menyampaikan filosofi kopi dalam buku “Mengirap ke Langit,” karya PIC acara Fadli Riansyah Putra. “Karakter Dera yang digambarkan dalam buku itu, mirip seperti kopi yang kita seduh hari ini. Meski hidupnya ditempa susah sejak kecil, namun ia berhasil bermanfaat bagi masyarakat. Seperti kopi, meski digiling dan disangrai, justru itu yang membuat rasanya nikmat,” ucapnya.
Ucapan terimakasih juga dihaturkan Wabup kepada Balai Perhutanan Sosial, karena telah memasukkan Kabupaten Limapuluh Kota dalam prioritas kerja. Sehingga banyak Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang mendapatkan manfaatnya.
Acara manual brew competition, merupakan festival kopi yang menunjukkan bagaimana seorang barista menyeduh kopi, sehingga mengeluarkan rasa dan aroma kopi yang nikmat dan harum. Biji kopi yang digunakan dalam festival tersebut, adalah kopi arabika single origin Baruah Gunuang, Kabupaten Limapuluh Kota.
Menurut dewan juri, Andre Gunawan, kopi arabika dari Baruah Gunuang memiliki cita rasa manis, citrus dan cokelat. Dalam festival itu, keluar sebagai pemenang pertama, Ahsanul Husna Sasmita, barista Freehand Coffee di Sarilamak, Kecamatan Harau. Menyusul pada pemenang ke dua, Khalis barista GRBK Coffee asli Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh. (*/DS)















