Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Makin Rusak Parah, Masyarakat Berharap Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Dilakukan Tahun Ini

×

Makin Rusak Parah, Masyarakat Berharap Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Dilakukan Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Makin rusaknya Jalan Raya Payakumbuh-Lintau terus dikeluhkan pengendara maupun masyarakat di daerah itu, karena mengancam keselamatan maupun merusak kendaraan roda dua maupun roda empat akibat lobang yang semakin membesar dan jalan yang makin Rusak Parah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi jalan rusak makin mengkhawatirkan saat musim hujan, sebab selain terdapat genangan air di ratusan titik jalan berlobang, juga kerap terjadi kecelakaan karena pengendara kerap terperosok masuk kedalam jalan berlobang.

Antisipasi dampak yang lebih besar dari jalan rusak itu, masyarakat berharap perbaikan bisa segera dilakukan Pemerintah Provinsi maupun pihak lainnya pada tahun ini. Hal tersebut diungkapkan masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota.

” Iya, kami masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, sangat prihatin dengan kondisi jalan Payakumbuh-Lintau, karena kondisi jalan sangat parah, apalagi pengguna jalan sangat ramai. Dampaknya tidak saja terhadap kesehatan karena debu, juga dampak kecelakaan akibat jalan rusak itu,” ucap Yuswardi, baru-baru ini.

Lebih jauh ia berharap agar perbaikan bisa segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi maupun pihak terkait, sehingga tidak ada lagi korban kecelakaan akibat jalan rusak.

” Kedepannya tentu kita berharap perbaikan bisa segera dilakukan pada tahun ini oleh Pemerintah Provinsi maupun pihak terkait.” Tutupnya.

Sebelumnya berbagai aksi dilakukan masyarakat di Jalan itu sebagai bentuk protes karena jalan utama tersebut tak kunjung diperbaiki, diantaranya menanam pohon pisang, memancing di genangan air atau jalan berlobang serta memasang spanduk yang bertuliskan sendiran kepada Pemerintah.

Tidak itu saja, upaya perbaikan juga dilakukan secara swadaya, bahkan mantan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi juga pernah melakukan perbaikan, namun karena jalan kerap dilalui kendaraan besar pengangkut hasil tambang dengan muatan melebihi kapasitas, sehingga jalan kembali hancur. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *