Payakumbuh, Dekadepos.id
Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah (SEKDA) Rida Ananda yang mendatangi langsung korban bencana anging kencang yang terjadi pada Sabtu 31 Agustus 2024 membagikan terpal sebagai bentuk kepedulian bagi korban yang terdampak bencana.
Terpal yang diserahkan didampingi Kepala Dinas Sosial, Irwan Suwandi dan Kepala BPBD, Erizon itu diharapkan membantu masyarakat, terutama menutupi bagian rumahnya yang rusak akibat tertimpa pohon yang roboh.
Hingga Sabtu pukul 20.00Wib, Irwan Suwandi menyebutkan pihaknya masih terus menyalurkan dan mendata jumlah korban yang terdampak bencana yang terjadi saat hujan itu.
” Iya, kami masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban yang terdampak bencana angin kencang. Kami juga telah membagikan terpal bagi masyarakat yang rumahnya rusak dan terdampak bencana,” ucap Irwan Suwandi.
Mantan Kabid Kominfo Kota Payakumbuh itu merinci, masyarakat korban bencana yang dibantu terpal tersebut diantaranya, Erman Ali (Ketua MUI) yang atap rumah rusak di Kelurahan Pakan Sinayan, Ismail Hamzah (Tanjung Pauah), Weldiawati (Tanjung Pauah), Radias, Maizar, Sukri, Bakri juga warga Tanjung Pauah.
” Bantuan terpal diserahkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.” Tutupnya.
Sementara Kepala BPBD Kota Payakumbuh, Erizon mengatakan bahwa hujan deras yang disertai angin ribut menyebabkan pohon tumbang disejumlah titik di Kelurahan Tanjuah Pauah dan Pakan Sinayan. Pohon tumbang itu juga banyak menimpa rumah warga.
” Akibat hujan deras yang disertai angin ribut, menyebabkan tumbangnya beberapa pohon disejumlah titik di Kecamatan Payakumbuh Barat, umumnya di Kelurahan Tanjuang Pauah. Pohon tumbang itu juga banyak yang menimpa rumah warga,” ucap Erizon.
Pasca bencana itu, Tim Reaksi Cepat dibantu banyak pihak termasuk masyarakat/warga melakukan penanggulangan bencana yakni melakukan pembersihan dan pemotongan pohon yang tumbang.
” Tim Reaksi Cepat dibantu banyak pihak termasuk masyarakat/warga melakukan penanggulangan bencana yakni melakukan pembersihan dan pemotongan pohon yang tumbang. Selain menimpa rumah warga, pohon tumbang juga akibatkan akses jalan terputus. Juga ada yang mengakibatkan tiang listrik dan kabel mengalami gangguan sehingga listrik harus dipadamkan beberapa jam,” jelasnya.
Dari bencana itu diperkirakan terdapat lima buah rumah yang mengalami kerusakan, termasuk sebuah Mushola. (Edw)















